Jumat, 26 Maret 2021

Perjalanan Menemukan Arti Keikhlasan

Photo by Amrih Rahayu

 Judul Buku : I love View

Penulis : Azzura Dayana

Penyunting Bahasa : Ayu Wulan

Penerbit : Indiva Media Kreasi

Cetakan/Tahun : I/2021

Tebal : 232 halaman

Harga : Rp 65.000

 

Semua salah bunga! Bertemu dengan wanita-wanita cantik adalah sebuah kesalahan bagi Sonia. Karena, kecantikan itu kelak akan merampas kebahagiaannya. Bahkan, bunga yang tak tahu apa-apa juga turut dipersalahkan.

 Karena kecantikan dan keindahannya, Sonia juga membencinya. Meskipun itu hanya sebuah lukisan atau pun motif bunga. Semua menyesakkan dada Sonia, tokoh utama novel I Love View karya Azzura Dayana.

 Atas nama Bunga Sandrina, seorang wanita cantik  yang telah merebut kekasih Sonia, Radin. Dan, Bunga dari “bunda tengah” wanita yang hadir di antara keluarganya. Wanita yang membuat mama menyingkir dari papanya.

Sonia memilih untuk melakukan solo traveling  ke sejumlah tempat wisata di Singapura dan Malaysia. Semua dilakukan untuk melupakan kisah pahitnya. Berusaha meredam amarah karena pengkhianatan dari orang-orang yang pernah dia sayangi.

 Namun, hal itu berubah ketika Sonia bertemu dengan seorang wanita berparas cantik keturunan Arab yang heel sepatunya  patah di halaman Menara Kembar Petronas, Malaysia.  Dengan tulus, Sonia mengulurkan bantuan.

 “Kalau kamu mau, pakai saja sandalku ini, nanti aku bisa beli yang baru,” kataku.

(I Love View, hal 96)

 Sonia sepertinya lupa akan kebenciannya pada standar kecantikan yang menyakitkan.  Wanita itu bernama Hilya, yang kelak membantu Sonia mengurai rasa sakit hatinya.

 Di sisi lain, dalam traveling-nya itu, ada Seon  temannya di Singapura. Seon tak patah arang berusaha untuk menemani Sonia yang sedang ingin menikmati kesendiriannya.  Meski, Sonia berusaha mengabaikan kehadiran Seon.

Dari Seon pun, akhirnya kita ketahui akronim dari I Love View. Seperti juga usaha Sonia, menemukan arti I Love View dalam petualangannya.

Photo by Amrih Rahayu

 Setelah membaca novel ini ada kesan mengambang di akhir cerita. Azzura, seolah menggantung kelanjutan dari para tokoh. Pembaca dibebaskan untuk mengakhiri perjalanan Sonia.

 Atau mungkin saja, penulis yang pernah menyabet penghargaan Buku Fiksi Dewasa Terbaik 2014 dari IKAPI – IBF 2014 untuk novel Altitude 3676 ini seolah sudah menyiapkan I Love View jilid dua. Kita tunggu saja.

Membaca novel I love View karya Azzura Dayana ini membuat saya penasaran dengan sejumlah lokasi yang digunakan sebagai latar dalam traveling solo-nya Sonia.  Azzura mengajak kita mengintip di jendela tempat-tempat eksotis di Singapura dan Malaysia. Meski tak terlalu detil, saya kira para pembaca juga penasaran dengan destinasi yang dikunjungi oleh tokoh Sonia.

 Tak hanya berwisata melihat keindahan pemandangan, Azzura juga mengajak kita berwisata religi dengan mendatangi masjid-masjid ikonik di kedua negara tersebut. Petualangan dari masjid ke masjid menjadi penanda dari penulis tentang perjalanan spiritual Sonia.  

 Masjid biasanya menjadi jujugan utama para pengembara Muslim ketika singgah di suatu tempat. Ada kebanggaan tersendiri ketika kita menunaikan salat di sana. Bahagia, masih banyak sesama Muslim di bumi tempat kita berbijak.

 Hingga, saya pun berharap suatu saat kelak saya bisa menunaikan salat di Masjid Sultan,  Singapura. Serta, Masjid Putra di Putrajaya dan Masjid Jamek di Kuala Lumpur, Malaysia.

 Pada akhirnya, membaca novel I Love View membawa kita untuk berkontempelasi, merenung kembali, siapakah kita sebenarnya? Apakah seperti Sonia sang tokoh utama yang melarikan diri dari masalah yang menghajarnya secara bertubi-tubi? Sebagai Hilya yang berdamai dengan keadaan? Atau bahkan adalah tokoh Seon?

 Siapapun kita kali ini, itu tidak penting. Yang utama adalah keberanian kita  belajar menghadapi masalah dan menyelesaikannya, seberat apapun itu. Tidak menyalahkan takdir!  Ikhlas menerima takdir, dan berusaha menyusun kembali keping puzzle-puzzle yang berserak, kalaupun belum mampu menyelesaikan kali ini, percayalah Allah  akan membantu dengan cara-cara yang kadang di luar jangkauan kita. Selamat membaca, selamat berkontempelasi. #Amrih Rahayu

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar