Jumat, 08 Oktober 2021

7 Hal Positif Si Kecil Naik Balance Bike (selesai)


Photo by Amrih Rahayu
Zai naik balance bike-nya
 Hai Maak…

Apa panjenengan lagi bingung nyariin sepeda buat si kecil. Ada banyak pilihan, mulai dari sepeda roda tiga, sepeda roda empat atau pilih balance bike?

Sepeda roda tiga atau sepeda roda empat pasti sudah tahu semua. Nah, kalau balance bike atau push bike atau kick bike mungkin masih ada yang sedikit bingung. Balance bike  adalah sepeda roda dua yang berfungsi untuk melatih keseimbangan si kecil.  Sepeda sederhana ini tanpa pedal dan rantai. Jadi, si kecil harus menggunakan kekuatan kaki untuk menggerakkan balance bike. Dengan sudah berlatih menggunakan balance bike, kelak diharapkan si kecil bisa naik sepeda roda dua tanpa kesulitan.

Anak saya sudah belajar naik sepeda keseimbangan atau balance bike sebulan terakhir. Pengalamannya sudah saya bagi di tulisan sebelumnya. Udah baca tulisan saya mengenai pengalaman mendampingi si kecil naik balance bike di post sebelumnya? Kalau belum, coba baca dulu ya, ini linknya https://rapalkata.blogspot.com/2021/10/7-hal-penting-yang-harus-diperhatikan.html

Pada bagian pertama kemarin, saya sudah berbagi pengalaman mendampingi si kecil saat bermain balance bike. Wes tho, rempong juga kan harus terus memantau si kecil saat ber-balance bike? Tapi, tugas seru itu bisa dilakukan bergantian mendampingi ayah, ibu atau si kakak.

Photo by Amrih Rahayu
Zai asyik bermain dengan teman-temannya.
Jangan bersedih, dalam kerempongan tersebut ada banyak manfaat yang bisa si kecil peroleh saat naik sepeda keseimbangan.  Bukankah tak ada usaha yang sia-sia kalau kita lakukan dengan sepenuh hati?

Begitu juga si kecil, pasti sudah berusaha sekuat tenaga agar bisa naik balance bike? Berikut ini 7 tujuh hal positif yang bisa diambil dari naik balance bike.

1. Membangun bounding dengan orangtua

Orang tua memang seharusnya mendampingi si kecil saat belajar naik sepeda keseimbangan. Meski berupa rangkaian sederhana, anak melalui proses belajar untuk mengendalikannya. Ada kalanya terjatuh, ataupun kewalahan tidak bisa mengendalikan sepeda.

 Kehadiran orangtua di sampingnya, menjadi semangat tersendiri bagi si kecil. Pun, jika si kecil sudah mahir mengendalikan  balance bike pun, orangtua tetap perlu mengawasinya. Hal itu menjadi penguat  hubungan antara orang tua dan anak.

2. Melatih Kekuatan Kaki

Sepeda keseimbangan tidak dilengkapi pedal dan rantai. Sepeda akan melaju dengan tenaga dorongan kaki si kecil.  Mau tidak mau, si kecil harus menggerakkan kakinya agar sepeda bisa meluncur.

3. Melatih koordinasi

Untuk menggerakkan sepeda keseimbangan memang membutuhkan kekuatan otot kaki. Tapi, tak sekadar itu. Si kecil juga harus mengendalikan stang sepeda agar meluncur ke jalur yang tepat. Tangan dan kaki harus terkoordinasi dengan baik. Begitu juga mengasah cara berpikir si kecil. Agar, sepeda bisa meluncur ke depan, berbelok atau bahkan mengerem.

 4. Anak Jadi Lebih Percaya Diri

Percaya atau tidak, setelah Zai bisa naik push bike, dia lebih percaya diri. Aih, kok bisa? Zai sekarang lebih berani bermain ke rumah tetangga yang lebih jauh. Suka godain ciwik-ciwik saat naik sepedanya. Padahal dulunya dia agak takut-takut gitu. Ya, konsekuensinya, saya harus mengawasinya lebih instens. Dia juga berani naik sepeda ke masjid yang jaraknya kurang lebih 200 meter dari rumah kami.

 

Photo by Amrih Rahayu
Zai mencoba track yang sempit dan bertingkat

5. Anak Lebih Berani Bereksplorasi 

Bisa naik sepeda keseimbangan sepertinya menjadi kebanggaan tersendiri bagi si kecil. Anak menjadi berani untuk mencoba beberapa style bersepeda. Zai mulai meniru teman-teman kakaknya. Seperti mulai  berani mengangkat roda depan saat mengendarainya, jalan bergoyang, mencoba jalur yang sempit, berpasir, berlubang, ke rerumputan sampai mencoba naik ke balok titian. Dia selalu mencoba bereksplorasi saat naik sepeda.

6. Anak Jadi Happy

Si kecil menjadi lebih bahagia bisa naik sepeda. Kalau saya lihat, Zai lebih happy karena bisa “seperti” dengan teman-teman besarnya yang lain. Bersepeda, atau sekadar becanda. Hati yang bahagia membuatnya jadi lebih mudah saat diajak makan. Makan yang teratur, berolahraga dengan push bike-nya, membuat badan jadi lebih kuat dan sehat.

 7. Melatih Anak Naik Sepeda

Nah, ini yang tidak kalah penting. Seperti namanya, balance bike, sepeda ini bertujuan melatih keseimbangan si kecil sebelum masuk fase naik sepeda roda dua sungguhan. Saat naik pre-bike ini si kecil dibiasakan untukmengendalikan sepedanya. Kalau sudah mahir, ajarkan anak untuk mengangkat  kaki saat sepeda meluncur, wusss

 Nah, di atas tadi adalah tujuh hal positif yang bisa si kecil peroleh saat naik balance bike. Sekarang, keputusan ada pada panjenengan, Mak. Mau pilih sepeda mana untuk si kecil. Pilih yang sesuai dengan perkembangan si kecil  atau pilih yang aman-aman saja dulu? Intinya, pilihlah sesuai kantong dan kesiapan Anda dan si kecil bereksplorasi bersama. (selesai/Amrih Rahayu)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar