![]() |
| foto by Amrih Rahayu |
Sudah hampir sebulan, Nak... Maaf baru sempat posting di sini....
12 Agustus 2013
12 Agustus 2021
Untuk Anakku Dzaki…
Selamat hari lahir yang ke-8. Semoga kau tumbuh menjadi anak yang sholeh dan menjadi generasi Islam yang kuat dan tangguh. Serta, menjadi peneduh bagi keluarga kita. Sayangi saudara-saudaramu, jangan lupa untuk mendoakan keluarga kita serta keluarga besar almarhum Mbah Kakung Kasmani dan Mbah Kakung Sunatun.
Waktu terasa cepat berlalu. Masih terlintas di bayangan, betapa kami, orangtuamu, membutuhkan perjuangan untuk menantikan engkau, putra pertama. Dulu, sebelum kamu lahir, ibumu sempat merasakan kehamilan namun tidak berkembang. Sehingga, menginjak bulan ketiga terpaksa dilakukan kuretase di sebuah rumah sakit di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.
Setelah menjalani pemeriksaan, ternyata ada sedikit virus toxoplasma. Selepasnya, ibumu pun melakukan terapi ke dokter kebidanan. Alhamdulillah, tak berselang lama, tanda-tanda kehadiranmu pun mulai terlihat. Dengan semangat, kami pun menjaga amanah yang telah Allah berikan.
Rutin melakukan kontrol di RS Yarsis Kartasura hingga mengikuti senam kehamilan. Waktu hamil, ibumu masih bekerja sebagai redaktur di sebuah surat kabar di Solo. Harian Joglosemar namanya, namun sekarang sudah almarhum. Ibumu berangkat sore dan pulang malam. Tahu rasanya, begitu menyenangkan. Walau kadang lelah bertubi-tubi, tapi senang rasanya.
Oh ya, ibu sangat senang ketika mengikuti kegiatan senam kehamilan yang dilakukan setiap hari Sabtu pagi di rumah sakit. Badan terasa rileks setelah mengikutinya. Hal yang paling menyenangkan adalah fase akhir, relaksasi selama 15 menit. Ibu dan kawan-kawan lainnya diminta memejamkan mata, rileks hingga kadang sampai tertidur sebentar.
Mendekati hari-hari melahirkan adalah hal yang cukup menegangkan. Ibu mencari informasi dengan membaca buku, browsing di intrenet sampai tanya langsung kepada orang yang pernah berpengalaman. Tapi, tentu saja berbeda tanpa merasakannya langsung.
Hingga suatu ketika, ibu merasakan mulas tapi tidak bisa BAB. Mulas adalah salah satu tanda kontraksi akan melahirkan. Maka, ayahmu pun mengantarkan ibu ke IGD RS Yarsis. Tapi ternyata oh ternyata, itu kontraksi palsu. Ibu pun pulang ke rumah setelah diperiksa. Oh ya, kala itu orangtuamu masih mengontrak sebuah rumah di Blulukan, Colomadu, Karanganyar. Dan, dalam persiapan pindah ke rumah di Telukan, Sukoharjo.
Baru, sepekan kemudian, atau 3 hari setelah Lebaran, ibu merasakan mulas yang luar biasa sakitnya. Dari jam 12 malam sampai pagi tak hilang-hilang sakitnya. Akhirnya, ibumu pun kemballi ke IGD RS Yarsis. Kamu lahir Senin, 12 Agustus 2013, pukul 15.45 WIB. Engkau pun kami kami beri nama M. Dzaki AlF.
Proses melahirkanmu cukup menegangkan. Walau sering mengikuti senam kehamilan, ibumu kurang berhasil dalam mengejan. Saat detik-detik menegangkan tersebut, kamu baru terlihat kepalanya. Sementara ibumu sudah tidak punya tenaga lagi untuk mengejan.
Akhirnya, dokter Supriyadi SpOg, K, Onk, pun melakukan tindakan vacuum untuk membantu proses melahirkan. Alhamdulillah wa syukurillah, kamu lahir dengan selamat dengan BB 3.000 gram dan PB 49 Cm. Walau kepalamu saat itu agak benjol sedikit karena divacuum. Ibu kehilangan darah yang cukup banyak hingga terpaksa istirahat yang cukup lama di ruang tindakan.
Ibu ditemani ayah saat melahirkan. Bude Jeki juga bergantian menunggu. Baru sehari kemudian Mbah Uti datang ke rumah sakit. Kamu pun diboyong ke rumah Telukan setelah diizinkan pulang oleh dokter.
![]() |
| foto by Amrih Rahayu Bersama Dedek Zaidan, Mb Fifi dan Mb Itis |
Tahu tidak, rasanya Nak? Capainya luar biasa. Tetapi rasa capai itu hilang ketika melihat kau sehat dan tersenyum bahagia.
Walau ditinggal bekerja, kamu masih minum ASI. Saat tak ada ibu, ayahmu selalu siap sedia untuk menghangatkan ASI yang sudah disimpan di freezer. Repot benar kata ayahmu, tapi beliau tak pernah mengeluh. Tapi, kamu hanya bertahan sampai 1 tahun minum ASI, selanjutnya minum susu formula.
Oh ya, saat usiamu 1 tahunan, kamu sempat opname di RS Oen Solo Baru karena diare parah. Kau menginap sekitar tiga hari di sana. Sedih rasanya melihatmu harus disuntik dan diinfus. Untunglah setelah itu kamu bertumbuh kembang dengan baik.
Saat-saat yang sulit adalah ketika ibu harus masuk pagi untuk rapat koordinasi pemberitaan dan masuk malam untuk bekerja. Hal itu berjalan satu bulan lebih. Maka, mau tidak mau, ibu harus mencari cara untuk menitipkanmu yang baru berusia 2 tahunan ke orang lain.
Kamu sempat ibu titipkan ke seseorang selama satu hari. Tapi beliaunya tidak sanggup karena kamu menangis sepanjang hari. Kamu pun sempat ibu bawa bolak-balik ke kantor dengan perjalan sekitar 40 menit dengan naik sepeda motor. Hingga akhirnya, pada usia 2,8 bulan, ibu menemukan tempat penitipan sekaligus PAUD tempat bermain pertamamu.
PAUD Al Azharul Ulum namanya. Hampir setengah tahun, kamu selalu menangis ketika dititipkan mulai pukul 08.00 pagi sampai 12.00 siang. Alhamdulillah, bunda di sana begitu sabar menjagamu, seringkali kau digendong untuk menenangkan ketika berpisah dengan ibu.
Mungkin, masa PAUD adalah masa-masa yang sulit beradaptasi bagimu. Saat itu kamu sering menangis dan sangat pemalu. Baru setelah berpindah ke TK di yayasan yang sama, kamu mulai menunjukkan kemampuanmu.
Kamu rajin belajar dan bisa beradaptasi belajar akademik dengan lumayan cepat. Hafalan surah-surah pendek juga lancar. Olah tubuh juga berkembang dengan baik. Kamu menyukai bermain bulu tangkis, sepakbola dan juga suka bersepatu roda. Kamu juga menyukai taekwondo.
Beberapa kali, kamu ditunjuk menjadi spoke man saat tampil di panggung-panggung mini sekolah. Kamu dipercaya membaca puisi saat hari ibu di sekolah. Dan, memimpin hafalan surah-surah pendek saat tampil di sebuah mal.
Kamu dipercaya oleh guru-guru karena sudah bisa membaca dengan lancar saat itu. Alhamdulillah, kamu juga bisa membaca Alquran saat TK. Kamu dan beberapa temanmu pun mendapat apresiasi masing-masing sebuah Alquran saat lulus TK.
Tiga bulan menjelang lulus TK, pandemi Corona menyerang Tanah Air. Kamu dan anak-anak sekolah lainnya di Nusantara pun diharuskan belajar di rumah. Tak ada perayaan akhhirussanah, hanya foto-foto sebagai pengingat saja saat kelulusan TK.
Pandemi masih ada hingga kini kau menginjak kelas 2 SD di MIN 6 Sukoharjo. Kamu masih belajar di rumah bersama ibu. Maafkan ibu yang kadang marah dan tak sabar mengajarimu… Semua memang untuk kebaikanmu, walau kadang ayah dan ibu terlalu keras dalam mendidikmu untuk menjadi anak yang kuat dan mandiri. Karena tantangan hidup tak selalu mulus tapi kerapkali bergeronjal bahkan bisa menjatuhkan.
![]() |
| foto by Amrih Rahayu kenapa mama selalu kehilangan ide kalau mau bikin kue tart buat kamu yaa... |
Setiap habis Magrib, kami selalu berusaha untuk mengajakmu mengaji. Ayah mengajarimu mengaji, dan ibu membantu menghafal surah-surah pendek. Alhamdulillah, bacaanmu mulai lancar walau saat ini.
Tingkatkan terus prestasimu, kembangkan bakatmu, rajinlah membaca Alquran, sayangi adik dan kedua orangtuamu dan juga keluarga besarmu. Jadilah anak yang mandiri, kuat dan tegar.
Kau akan menjadi panutan adikmu tersayang dan kebanggaan bagi kedua orangtuamu.
Dari kami…
Ayah-Ibu



Tidak ada komentar:
Posting Komentar