![]() |
| photo by Wait-where.Com |
Huugfh...
Mengelola blog ternyata tak semudah dan seindah yang bisa kita bayangkan. Butuh kesadaran yang sesadar-sadarnya untuk memulai dan menghidupinya. Saat ini, saya sedang berusaha merapikan dan mendokumentasikan sejumlah karya yang pernah saya tulis.
Jujur, memalukan juga ya udah bikin ini blog tahun 2013. Tapi oh my God, yang publish cuma hitungan jari saja. Sedikit cerita, postingan pertama adalah 3 Januari 2013, sebuah cerpen berjudul Amplop. Cerpen ini pernah terbit di harian Joglosemar, Solo. Ini dia cerpennya https://rapalkata.blogspot.com/2013/01/beranda.html
Tapi, saya lupa tepatnya kapan. Tak terdokumentasikan dengan baik. Waktu itu, saya masih bekerja di media tersebut, sebelum akhirnya tutup pada tahun 2018.
Dan, saya mulai tertatih-tatih menghidupkan blog ini lagi tahun lalu, Oktober 2020. Artinya,https://rapalkata.blogspot.com/ ini vakum 7 tahunan. Wes lah, yang lalu biarlah berlalu. Sekarang sedikit demi sedikit karya yang bisa terselamatkan bisa terdokumentasikan dengan baik.
Saya dulu bekerja di Harian Joglosemar, mulai dari reporter, asisten redaktur hingga mentok jadi redaktur. Selain liputan, koordinasi hingga editing tulisan teman-teman reporter, saya juga suka menulis. Seperti Cerpen, Cernak, Opini hingga rubrik semacam sentilan terhadap isu-isu terkini dengan gaya santai. Kalau tidak salah namanya Serambi, lalu berganti lagi menjadi Lesehan.
Walau hanya hitungan jari, sempat juga mempunyai penggemar. Ada yang telepon atau inbox. Mereka langsung tahu saya yang nulis walau sudah pakai nama samaran. Katanya sih tulisan saya detil dan enak dinikmati. Ada juga yang bilang sentilan-sentilan yang saya tulis di Serambi atau Lesehan nyinyir tapi asyik, gayeng pokoke. Katanya sih gitu.
Selain itu, saya juga suka mengikuti beberapa lomba kepenulisan. Lumayan, sambil menyelam sekalian minum air. Ada yang dapat seperangkat kosmetik, merchandise, uang dari ratusan ribu sampai jutaan.
Seperti Menulis Feature Ufuk Dalam di Majalah Ummi jadi juara 3, ada juga dari Kementerian Pertanian juara harapan 2 kalau tidak salah. Ini karyanya
Beberapa karya tersebut sudah saya amankan. Sayangnya, komputere mbledos. Ya, sudah saya relakan, walau tidak ikhlas. Lha ya to, mau marah sama siapa? Itu juga salah satunya termasuk kesalahan saya. Ah sudahlah…Tak perlu meratap terus-menerus kan, Jum?
Yang masih bisa terselamatkan, ya saya coba publish di sini. Yang tidak ya, biar jadi Kenangan Terindah saja. Bukan begitu Mas Bams Samson?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar