Selasa, 14 September 2021

Maaf Sedang Merapikan Blog!

photo by Wait-where.Com

Huugfh... 

Mengelola blog ternyata tak semudah dan seindah yang bisa kita bayangkan. Butuh kesadaran  yang sesadar-sadarnya untuk memulai dan menghidupinya. Saat ini, saya sedang berusaha merapikan dan mendokumentasikan sejumlah karya yang pernah saya tulis.

 Jujur, memalukan juga ya udah bikin ini blog tahun 2013. Tapi oh my God, yang publish cuma hitungan jari saja. Sedikit cerita, postingan pertama adalah 3 Januari 2013, sebuah cerpen berjudul Amplop. Cerpen ini pernah terbit di harian Joglosemar, Solo. Ini dia cerpennya https://rapalkata.blogspot.com/2013/01/beranda.html

 Tapi, saya lupa tepatnya kapan. Tak terdokumentasikan dengan baik. Waktu itu, saya masih bekerja di media tersebut, sebelum akhirnya tutup pada tahun 2018.

 Dan, saya mulai tertatih-tatih menghidupkan blog ini lagi tahun lalu, Oktober 2020. Artinya,https://rapalkata.blogspot.com/ ini vakum 7 tahunan. Wes lah, yang lalu biarlah berlalu. Sekarang sedikit demi sedikit karya yang bisa terselamatkan bisa terdokumentasikan dengan baik.

 Saya dulu bekerja di Harian Joglosemar, mulai dari reporter, asisten redaktur hingga mentok jadi redaktur. Selain liputan, koordinasi hingga editing tulisan teman-teman reporter, saya juga suka menulis. Seperti Cerpen, Cernak, Opini hingga rubrik  semacam sentilan terhadap isu-isu terkini dengan gaya santai. Kalau tidak salah namanya Serambi, lalu berganti lagi menjadi Lesehan.

 Walau hanya hitungan jari, sempat juga mempunyai penggemar. Ada yang telepon atau inbox. Mereka langsung tahu saya yang nulis walau sudah pakai nama samaran. Katanya sih tulisan saya detil dan enak dinikmati. Ada juga yang bilang sentilan-sentilan yang saya tulis di Serambi atau Lesehan nyinyir tapi asyik, gayeng pokoke. Katanya sih gitu.

 Selain itu, saya juga suka mengikuti beberapa lomba kepenulisan. Lumayan, sambil menyelam sekalian minum air. Ada yang dapat seperangkat kosmetik, merchandise, uang dari ratusan ribu sampai jutaan.

 Seperti Menulis Feature Ufuk Dalam di Majalah Ummi jadi juara 3, ada juga dari Kementerian Pertanian juara harapan 2 kalau tidak salah.  Ini karyanya https://rapalkata.https://rapalkata.blogspot.com/2013/01/revitalisasi-kepercayaan-diri-petani.html

Beberapa karya tersebut sudah saya amankan. Sayangnya, komputere mbledos. Ya, sudah saya relakan, walau tidak ikhlas. Lha ya to, mau marah sama siapa? Itu juga salah satunya termasuk kesalahan saya. Ah sudahlah…Tak perlu meratap terus-menerus kan, Jum?

 Yang masih bisa terselamatkan, ya saya coba publish di sini. Yang tidak ya, biar jadi Kenangan Terindah saja. Bukan begitu Mas Bams Samson? 

Minggu, 12 September 2021

Area CFD di Solo Baru

Opini 3 tahun lalu.... 

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/7/2018). Esai ini karya Amrih Rahayu, warga Kabupaten Sukoharjo. Alamat e-mail penulis adalah amrihrahayu@gmail.com.

cek di : https://www.solopos.com/area-cfd-di-solo-baru-929498



foto by sukoharjo-makmur.blogspot.com
Perempatan The Park-HTC-Fave Hotel, Solo Baru, Sukoharjo 

Solopos.com, SOLO–Banyak pemerintah daerah saat menyediakan ruang publik  untuk masyarakat, di antaranya membangun sejumlah taman kota yang menjadi jujugan masyarakat untuk melepaskan penat.

Hampir di semua kabupaten/kota ada area car free day (CFD)atau area khusus hari bebas dari kendaraan bermotor. Jamaknyasetiap Minggu pagi, pukul 05.00 WIB-09.00 WIB. Di wilayah Soloraya ada area CFD Jl. Slamet Riyadi, Solo, yang paling populer.

Di Klaten area CFD berada di Jl. Pemuda. Di Karanganyar area CFD berada di Jl. Lawu. Di Sukoharjo area CFD berada di Jl. Veteran. Area khusus hari bebas dari kendaraan bermotor ini merupakan salah satu alternatif pariwisata murah untuk semua lapisan masyarakat.

Area CFD juga menjadi ruang berekspresi masyarakat. Di wilayah Soloraya denyut dinamika kegiatan masyarakat yang paling kentara adalah di area CFD Jl. Slamet Riyadi, Kota Solo. Beragam kegiatan dilakukan di sepanjang jalan utama Kota Solo tersebut.

Ada kegiatan olahraga yang dilakukan oleh komunitas maupun pribadi. Ada pula kegiatan yang dilakukan oleh aktivis lingkungan, sukarelawan aneka sektor, lembaga, atau institusi.

Untuk mendapatkan massa  yang cukup besar, area CFD menjadi salah satu jujugan para penyelenggara aneka kegiatan. Tak perlu mengundang. Masyarakat biasanya sangat antusias mengikuti aneka kegiatan apalagi jika gratis. Sebut saja kegiatan membaca, pemeriksaan darah, olahraga, dan lainnya.

Beragamnya kegiatan tersebut menjadi jujugan masyarakat untuk menghabiskan Minggu pagi di area CFD. Pilihan kuliner juga cukup beragam di sana. Harga yang terjangkau serta kemudahan akses mendapatkan makanan dan minuman menjadi magnet tersendiri.

Menurut Paguyuban Gawe Rejo tercatat ada 1.053 lebih pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di area CFD Jl. Slamet Riyadi, Solo. Selain itu, masih banyak PKL yang belum terdaftar di paguyuban tersebut. ().

Dari kalangan PKL saja ada 1.053 orang di area CFD setiap Minggu. Belum lagi jika mereka saat berjualan dibantu saudara atau asisten.  Ditambah para pengunjung area CFD yang rutin berolahraga, betapa banyakanya manusia yang berkumpul di sana.

Are CFD di Kota Solo cenderung sangat padat, bahkan untuk sekadar mengayuh sepeda saja sulit saking banyaknya pengunjung dan beragam aktivitas yang digelar di sana. Hal itu berbeda dengan area CFD di ibu kota Kabupaten Sukoharjo.


PADAT -- Suasana car free day di Jalan Slamet Riyadi Solo yang selalu dipadati warga.  (JIBISOLOPOSdok)

Di sana kegiatan yang dilakukan masyarakat masih sedikit. Anak-anak bisa bermain sepeda atau sekadar menggerakkan kaki di sepatu roda. Area CFD di sana lebih layak disebuti pasar Minggu pagi.

Aneka lapak kuliner maupun barang kebutuhan rumah tangga ada di sana. Saya berharap alangkah menyenangkan apabila Pemerintah Kabupaten Sukoharjo juga membuat area CFD di kawasan Solo Baru, yakni di Jl. Soekarno-Hatta.

Area CFD tersebut nantinya bisa menjadi alternatif masyarakat di perbatasan ”Solo coret” dan Sukoharjo bagian utara. Mereka tak perlu jauh-jauh ke Solo atau harus menguras energi ke ibu kota Kabupaten Sukoharjo.

Lokasi Strategis

Seandainya dipilih menjadi lokasi area CFD, saya pikir setidaknya Solo Baru cukup layak. Sepanjang Jl. Soekarno-Hatta dari Patung Sukarno di Tanjung Anom hingga bundaran Pandawa merupakan lokasi strategis. Di simpang empat The Park sudah terbentu embrio-nya.

Pasar Minggu Solo Baru juga sudah dipindah di seputaran kawasan tersebut. Setiap Minggu di depan Hartono Trade Center ada komunitas senam pagi yang kebanyakan diikuti oleh kaum Hawa. Di The Park ada senam pagi yang diselenggarakan oleh Lotte Mart.

Masyarakat juga banyak yang memanfaatkan kompleks mal yang luas dan rindang ini untuk berolahraga lainnya. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo tinggal menata, tetapi untuk mewujudkannya tentu tidak semudah membalik telapak tangan.

Banyak hal yang harus dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Tentu harus didukung masyarakat, terutama warga di seputaran  Solo Baru. Pertama, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo harus melakukan mengalihkan lalu lintas di sepanjang tersebut.

Namanya juga hari bebas dari kendaraan bermotor maka Jl. Soekarno–Hatta harus steril dari kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor dialihkan ke jalur alternatif. Dari arah Wonogiri kendaraan bisa mulai belok setelah Jembatan Bacem, tepatnya ke selatan arah Jl. Langenharjo.

Selanjutnya, kendaraan bisa ke arah Gentan, Baki, atau ke arah Bundaran Patung Sukarno, Tanjung Anom. Dari Solo kendaraan yang akan melintas ke arah Jl Soekarno-Hatta bisa dibelokkan  ke arah timur ke Jl. Wahid Hasyim, Joyotakan, Pasar Kliwon, Solo, kemudian kendaraan diarahkan ke jalan raya Solo-Wonogiri, Grogol.

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo sebaiknya bekerja sama dengan Pemerintah Kota Solo karena urusan lalu lintas di kawasan itu mencakup dua daerah. Selain persiapan jalur, tentu yang tidak kalah penting adalah persiapan sumber daya manusia, terutama personel urusan perhubungan yang akan bertugas.

Pada hari yang sama mereka juga yang bertugas di area CFD Sukoharjo. Apabila semua dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, bisa dipastikan personel akan sangat kurang. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bisa memberdayakan masyarakat atau para sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas).

Apabila benar-benar dibuka area CFD di Solo Baru, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo juga harus mempertimbangkan tamu yang menginap di Fave Hotel Solo Baru, apalagi lokasinya tepat berada di perempatan The Park.

Solusinya perempatan tersebut tidak ditutup secara penuh. Masih bisa untuk lalu lalang kendaraan bermotor. Di area CFD Jl Slamet Riyadi, Solo, tepatnya di perempatan Gendengan, masih berlaku buka tutup.

Kedua, kantong-kantong parkir juga perlu dipertimbangkan. Di antaranya di seputaran bundaran Patung Pandawa, Patung Soekarno di Tanjung Anom, dan kawasan The Park.

Kantong parkir di landmark Solo Baru, bundaran Patung Pandawa  dan Patung Soekarno, pemerintah bisa memberdayakan masyarakat sekitar seperti karang taruna. Aturlah sedemikian rupa agar tidak terjadi gesekan-gesekan. Kantong parkir tersebut selain menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar juga tentu saja bisa menambah pendapatan asli daerah.

Ketiga, mengatur PKL. Ini harus dilakukan agar masyarakat tetap bisa memanfaatkan ruang publik tanpa tergusur oleh para PKL. Perlu pengaturan yang jelas, tertulis, serta ada sanksi yang jelas.

Misalnya, di sepanjang jalan dan trotoar harus bebas dari para PKL. Mereka bisa berjualan di tempat parkir rumah toko yang ada  di kawasan Solo Baru atau berada di depan teras rumah warga.

Keempat, yang tidak kalah penting adalah mengatur dinamika area CFD itu sendiri. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bisa menggandeng kelompok seni  untuk unjuk kebolehan di depan masyarakat. Dalam hal ini instasi urusan pariwisata dan pemerintah kecamatan harus aktif menggerakkan kelompok seni di wilayahnya.

Sesekali Pemerintah Kabupaten Sukoharjo juga bisa mengadakan pameran potensi daerah, tetapi harus sesuaikan dengan kelompoknya agar berkesinambungan. Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil  Menengah (UKM) punya andil besar untuk kegiatan ini.

Misalnya, pada pekan pertama adalah  usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) gitar dari Desa Ngrembo dan Mancasan, Kecamatan Baki. Pekan kedua UMKM rotan dari Trangsang. Lalu pekan ketiga aneka mainan anak, produk kuliner khas Sukoharjo, garmen, dan lain sebagainya.

Saya membayangkan, apabila area CFD di Solo Baru ini terealisasi akan menjadi salah satu ruang publik yang sangat dinanti masyarakat.  Gagasan ini tinggal mimpi apabila tidak bisa direalisasikan. Sebuah mimpi indah yang menunggu tangan-tangan kuasa di Pemerintah Kabupaten Sukoharjo untuk mewujudkannya.

 

Jumat, 10 September 2021

Untuk Anakku Dzaki…

 

foto by Amrih Rahayu


Sudah hampir sebulan, Nak... Maaf baru sempat posting di sini....

12 Agustus 2013

12 Agustus 2021
Untuk Anakku Dzaki…


Selamat hari lahir yang ke-8. Semoga kau tumbuh menjadi anak yang sholeh dan menjadi generasi Islam yang kuat dan tangguh. Serta, menjadi peneduh bagi keluarga kita. Sayangi saudara-saudaramu, jangan lupa untuk mendoakan keluarga kita serta keluarga besar almarhum Mbah Kakung Kasmani dan Mbah Kakung Sunatun.
Waktu terasa cepat berlalu. Masih terlintas di bayangan, betapa kami, orangtuamu, membutuhkan perjuangan untuk menantikan engkau, putra pertama. Dulu, sebelum kamu lahir, ibumu sempat merasakan kehamilan namun tidak berkembang. Sehingga, menginjak bulan ketiga terpaksa dilakukan kuretase di sebuah rumah sakit di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.
Setelah menjalani pemeriksaan, ternyata ada sedikit virus toxoplasma. Selepasnya, ibumu pun melakukan terapi ke dokter kebidanan. Alhamdulillah, tak berselang lama, tanda-tanda kehadiranmu pun mulai terlihat. Dengan semangat, kami pun menjaga amanah yang telah Allah berikan.
Rutin melakukan kontrol di RS Yarsis Kartasura hingga mengikuti senam kehamilan. Waktu hamil, ibumu masih bekerja sebagai redaktur di sebuah surat kabar di Solo. Harian Joglosemar namanya, namun sekarang sudah almarhum. Ibumu berangkat sore dan pulang malam. Tahu rasanya, begitu menyenangkan. Walau kadang lelah bertubi-tubi, tapi senang rasanya.
Oh ya, ibu sangat senang ketika mengikuti kegiatan senam kehamilan yang dilakukan setiap hari Sabtu pagi di rumah sakit. Badan terasa rileks setelah mengikutinya. Hal yang paling menyenangkan adalah fase akhir, relaksasi selama 15 menit. Ibu dan kawan-kawan lainnya diminta memejamkan mata, rileks hingga kadang sampai tertidur sebentar.
Mendekati hari-hari melahirkan adalah hal yang cukup menegangkan. Ibu mencari informasi dengan membaca buku, browsing di intrenet sampai tanya langsung kepada orang yang pernah berpengalaman. Tapi, tentu saja berbeda tanpa merasakannya langsung.
Hingga suatu ketika, ibu merasakan mulas tapi tidak bisa BAB. Mulas adalah salah satu tanda kontraksi akan melahirkan. Maka, ayahmu pun mengantarkan ibu ke IGD RS Yarsis. Tapi ternyata oh ternyata, itu kontraksi palsu. Ibu pun pulang ke rumah setelah diperiksa. Oh ya, kala itu orangtuamu masih mengontrak sebuah rumah di Blulukan, Colomadu, Karanganyar. Dan, dalam persiapan pindah ke rumah di Telukan, Sukoharjo.
Baru, sepekan kemudian, atau 3 hari setelah Lebaran, ibu merasakan mulas yang luar biasa sakitnya. Dari jam 12 malam sampai pagi tak hilang-hilang sakitnya. Akhirnya, ibumu pun kemballi ke IGD RS Yarsis. Kamu lahir Senin, 12 Agustus 2013, pukul 15.45 WIB. Engkau pun kami kami beri nama M. Dzaki AlF.
Proses melahirkanmu cukup menegangkan. Walau sering mengikuti senam kehamilan, ibumu kurang berhasil dalam mengejan. Saat detik-detik menegangkan tersebut, kamu baru terlihat kepalanya. Sementara ibumu sudah tidak punya tenaga lagi untuk mengejan.
Akhirnya, dokter Supriyadi SpOg, K, Onk, pun melakukan tindakan vacuum untuk membantu proses melahirkan. Alhamdulillah wa syukurillah, kamu lahir dengan selamat dengan BB 3.000 gram dan PB 49 Cm. Walau kepalamu saat itu agak benjol sedikit karena divacuum. Ibu kehilangan darah yang cukup banyak hingga terpaksa istirahat yang cukup lama di ruang tindakan.
Ibu ditemani ayah saat melahirkan. Bude Jeki juga bergantian menunggu. Baru sehari kemudian Mbah Uti datang ke rumah sakit. Kamu pun diboyong ke rumah Telukan setelah diizinkan pulang oleh dokter.
foto by Amrih Rahayu
Bersama Dedek Zaidan, Mb Fifi dan Mb Itis
Ibu ditemani Mbah Uti sampai seminggu, setelah itu ditinggal ke Pegandon. Ya, ibu dan ayah pun bahu-membahu untuk merawatmu. Selepas masa cuti kerja, ibu harus masuk kerja kembali. Ibu menjaga kamu dari malam sepulang kerja sampai sore. Ayah bergantian menjaga selepas kerja dari sore sampai malam.
Tahu tidak, rasanya Nak? Capainya luar biasa. Tetapi rasa capai itu hilang ketika melihat kau sehat dan tersenyum bahagia.
Walau ditinggal bekerja, kamu masih minum ASI. Saat tak ada ibu, ayahmu selalu siap sedia untuk menghangatkan ASI yang sudah disimpan di freezer. Repot benar kata ayahmu, tapi beliau tak pernah mengeluh. Tapi, kamu hanya bertahan sampai 1 tahun minum ASI, selanjutnya minum susu formula.

Oh ya, saat usiamu 1 tahunan, kamu sempat opname di RS Oen Solo Baru karena diare parah. Kau menginap sekitar tiga hari di sana. Sedih rasanya melihatmu harus disuntik dan diinfus. Untunglah setelah itu kamu bertumbuh kembang dengan baik.
Saat-saat yang sulit adalah ketika ibu harus masuk pagi untuk rapat koordinasi pemberitaan dan masuk malam untuk bekerja. Hal itu berjalan satu bulan lebih. Maka, mau tidak mau, ibu harus mencari cara untuk menitipkanmu yang baru berusia 2 tahunan ke orang lain.
Kamu sempat ibu titipkan ke seseorang selama satu hari. Tapi beliaunya tidak sanggup karena kamu menangis sepanjang hari. Kamu pun sempat ibu bawa bolak-balik ke kantor dengan perjalan sekitar 40 menit dengan naik sepeda motor. Hingga akhirnya, pada usia 2,8 bulan, ibu menemukan tempat penitipan sekaligus PAUD tempat bermain pertamamu.
PAUD Al Azharul Ulum namanya. Hampir setengah tahun, kamu selalu menangis ketika dititipkan mulai pukul 08.00 pagi sampai 12.00 siang. Alhamdulillah, bunda di sana begitu sabar menjagamu, seringkali kau digendong untuk menenangkan ketika berpisah dengan ibu.
Mungkin, masa PAUD adalah masa-masa yang sulit beradaptasi bagimu. Saat itu kamu sering menangis dan sangat pemalu. Baru setelah berpindah ke TK di yayasan yang sama, kamu mulai menunjukkan kemampuanmu.
Kamu rajin belajar dan bisa beradaptasi belajar akademik dengan lumayan cepat. Hafalan surah-surah pendek juga lancar. Olah tubuh juga berkembang dengan baik. Kamu menyukai bermain bulu tangkis, sepakbola dan juga suka bersepatu roda. Kamu juga menyukai taekwondo.
Beberapa kali, kamu ditunjuk menjadi spoke man saat tampil di panggung-panggung mini sekolah. Kamu dipercaya membaca puisi saat hari ibu di sekolah. Dan, memimpin hafalan surah-surah pendek saat tampil di sebuah mal.
Kamu dipercaya oleh guru-guru karena sudah bisa membaca dengan lancar saat itu. Alhamdulillah, kamu juga bisa membaca Alquran saat TK. Kamu dan beberapa temanmu pun mendapat apresiasi masing-masing sebuah Alquran saat lulus TK.
Tiga bulan menjelang lulus TK, pandemi Corona menyerang Tanah Air. Kamu dan anak-anak sekolah lainnya di Nusantara pun diharuskan belajar di rumah. Tak ada perayaan akhhirussanah, hanya foto-foto sebagai pengingat saja saat kelulusan TK.
Pandemi masih ada hingga kini kau menginjak kelas 2 SD di MIN 6 Sukoharjo. Kamu masih belajar di rumah bersama ibu. Maafkan ibu yang kadang marah dan tak sabar mengajarimu… Semua memang untuk kebaikanmu, walau kadang ayah dan ibu terlalu keras dalam mendidikmu untuk menjadi anak yang kuat dan mandiri. Karena tantangan hidup tak selalu mulus tapi kerapkali bergeronjal bahkan bisa menjatuhkan.

foto by Amrih Rahayu
kenapa mama selalu kehilangan ide kalau mau bikin kue tart buat kamu yaa...


Setiap habis Magrib, kami selalu berusaha untuk mengajakmu mengaji. Ayah mengajarimu mengaji, dan ibu membantu menghafal surah-surah pendek. Alhamdulillah, bacaanmu mulai lancar walau saat ini.
Tingkatkan terus prestasimu, kembangkan bakatmu, rajinlah membaca Alquran, sayangi adik dan kedua orangtuamu dan juga keluarga besarmu. Jadilah anak yang mandiri, kuat dan tegar.
Kau akan menjadi panutan adikmu tersayang dan kebanggaan bagi kedua orangtuamu.
Dari kami…
Ayah-Ibu