Kamis, 05 September 2024

JANGAN TAKUT! Simak Cara Perpanjangan SIM Sendiri di Satpas Polres Sukoharjo, Total Biaya dan Waktu





Rapalkata.blogspot.com
Satpas Polres Sukoharjo berlokasi di Jl Wandyo Pranoto, Sawah, Mandan, Sukoharjo.
Foto by Rapalkata.blogspot.com

Jangan takut! Simak cara perpanjangan SIM sendiri di Satpas Polres Sukoharjo, berikut dengan total biaya yang saya keluarkan serta total waktu yang saya gunakan. Berikut pengalaman selengkapnya.

Matahari bersinar cerah, Senin lalu, 2 September 2024, saya melakukan perpanjangan SIM sendiri. Agak mendadak, karena maju dua hari dari rencana.

Simak pengalaman saya dalam perpanjangan SIM sendiri di Satpas Satlantas Polres Sukoharjo, berikut dengan informasi total biaya dan waktu.

Saya belum sempat tanya ke orang atau browsing di internet, hanya saja dalam perjalanan saya teringat kalau Mapolres Sukoharjo sudah pindah ke daerah Mandan.

Pasti proses pembuatan dan perpanjangan SIM juga pindah, untuk memastikan saya tanya ke tukang fotokopi sekalian fotokopi SIM dan KTP di daerah Patung Jamu, Sukoharjo sesaat sebelum ke lokasi perpanjangan SIM.

Lima tahun lalu, proses perpanjangan SIM ada di Kantor Satlantas depan Pasar Sukoharjo. Sejak kompleks Mapolres Sukoharjo pindah ke daerah Mandan, maka semuanya, termasuk pembuatan dan perpanjangan SIM dilakukan di Satpas Polres Sukoharjo.

Untungnya, saya sudah beberapa kali lewat depan Mapolres baru itu. Jadi, langsung ke lokasi di Satpas Polres Sukoharjo di Jalan Wandyo Pranoto, Sawah, Mandan, Sukoharjo.

Sayangnya, untuk melakukan proses perpanjangan SIM ini tidak satu atap di gedung Satpas. Anda harus melakukannya di tiga tempat. Nah, bagi Anda yang ingin melakukan perpanjangan SIM bisa menyimak informasi ini.

Namun sebelumnya siapkan dokumen terlebih dahulu.

1. Fotokopi SIM sebanyak 4 lembar
2. Fotokopi KTP sebanyak 4 lembar

Sebaiknya, Anda juga membawa KTP dan SIM asli. Dokumennya cuma itu, tidak ada kartu BPJS ataupun STNK. Tapi tak perlu khawatir, jika belum fotokopi, Anda juga bisa melakukannya di dekat lokasi.

Setidaknya Anda akan ke tiga lokasi berbeda melakukan proses perpanjangan SIM. Nah, jika sudah siap, mari simak selengkapnya.

1. KIR SIM
Anda bisa memulai dengan  mengikuti KIR SIM. Lokasinya kalau dari arah alun-alun sukoharjo, sebelum Satpas.

Sekitar 100 meter sebelum Satpas, atau setelah Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Anda bisa masuk gang Gapura Kampung Gronong, Mandan. Masuk gang di sebelah kiri, nanti langsung kelihatan ada tulisan kecil KIR SIM.

Rapalkata.blogspot.com
Lokasi KIR Kesehatan Pengajuan Perpanjangan SIM.
Photo by rapalkata.blogspot.com
  

Untuk memulainya Anda harus melakukan tes kesehatan via online. Pertama Anda harus download aplikasi Simpel Pol.

Anda juga bisa download aplikasi Simpel Pol di rumah, kerjakan tes lalu ke tempat UJI KIR untuk melakukan proses selanjutnya.

Simpel Pol merupakan kepanjangan dari Sistem Pelayanan Elektronik dan Pelaporan Online. Simple Pol adalah aplikasi yang digunakan sebagai tes kesehatan untuk melakukan perpanjangan SIM.

Jika sudah download aplikasi, Anda bisa mendaftar. Masukkan data diri, NIK dll, serta nomor whatsapp untuk pengiriman kode OTP.  Jika sudah mendapat kode OTP, masukkan kode di aplikasi.
Tampilan Aplikasi Simpel Pol untuk KIR Kesehatan Perpanjangan SIM


Tahap selanjutnya adalah Anda akan mengikuti tes kesehatan. Namun, Anda harus foto setengah badan dan foto gigi melalui kamera aplikasi atau dari koleksi galeri Anda.

Usahakan foto berada di tempat terang agar  proses foto ini berlangsung  cepat. Jika sudah selesai, Anda bisa melanjutkan mengerjakan tes kesehatan.

Jangan khawatir tes kesehatan ini hanya menguji penglihatan dan pendengaran.

Pada tahap awal Anda akan dites terkait angka-angka serta rambu-rambu lalu lintas. Tes ini dalam bentuk gambar susunan titik-titik dalam rangkaian warna. Ada 10 soal.

Tahap selanjutnya adalah tes pendengaran. Anda tinggal pasang telinga baik-baik. Ada lima soal.

Setelah proses tes kesehatan selesai, Anda bisa melakukan pembayaran via tunai atau lainnya di loket.

Sertakan fotokopi SIM dan KTP, jika tidak ada Anda bisa fotokopi di lokasi tersebut. Biaya resmi tes kesehatan ini Rp70.000.

Kalau Anda memakai kacamata, Anda akan ditanya berapa minus atau plus kacamata Anda.

Proses pembayaran selesai, Anda akan dibekali satu lembar surat keterangan kesehatan fisik untuk pendaftaran SIM.

Setelah semuanya selesai, selanjutnya Anda bisa mengikuti psikotes. Lokasinya tak jauh dari tempat KIR.


2. Tes Psikologi

Pelaksanaan tes psikologi atau psikotest ini berada di lokasi yang berbeda. Anda keluar dari gang Kampung Gronong, lalu ke kanan.  Tepatnya di sebrang  Kantor  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Mandan. Lokasinya berada di pinggir jalan raya,  agak masuk dari tempat parkir.

Anda tinggal membawa surat keterangan kesehatan fisik, melakukan pendaftaran serta membayar tes psikologi senilai Rp100.000.

Lokasi Psikotest pengajuan SIM.
Photo by rapalkata.blogspot.com

Tunggu sebentar, nanti Anda akan dipanggil untuk mengikuti psikotes di dalam sebuah ruangan secara bersama-sama.

Petugas  akan menjelaskan tata cara  mengerjakan psikotes. Ada 30 soal. Tenang saja,  soalnya mengenai pernyataan kondisi mental Anda. Pasti, Anda sudah tahu jawabannya.

Anda tinggal mimilih YA atau TIDAK dengan checklist. Apabila jawaban ada yang salah bisa disilang atau diberi tanda sama dengan di jawaban yang salah tersebut.

Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mengerjakan. Tidak perlu mengisi data diri karena sudah tercantum fotokopi  data diri.

Pada psikotes ini Anda membayar Rp100.000.. prosesnya sangat cepat.


3. Proses Foto SIM

Pada tahapan ini dilakukan di kantor Satpas Polres Sukoharjo. Satpas kepanjangan dari Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas).

Anda masuk melalui pintu utama, lapor ke petugas. Anda akan dimintai SIM lama,  nanti Anda akan diberi Map Biru berisi Formulir Pendaftaran SIM oleh petugas.


Antrean pemohon perpanjangan dan pembuatan SIM di Satpas Polres Sukoharjo.
Photo by rapalkata.blogspot.com 


Isi formulir, serahkan kembali ke petugas, nanti Anda akan diberi nomor antrean dengan scan wajah. Anda bisa masuk dengan nomor antrean.

Setelah itu, masuk ke ruang registrasi. Anda akan dipanggil sesuai dengan nomor antrean, tunggu panggilan masuk sesuai loket yang disebutkan. Serahkan dokumen pengajuan SIM ke petugas. Setelah selesai, berkas akan dikembalikan kepada pemohon kembali.  

Pemohon di loket registrasi Satpas Polres Sukoharjo.
Photo by rapalkata.blogspot.com 

Langkah selanjutnya adalah foto. Ruangannya bersebelahan dengan ruang identifikasi. Kalau registrasi masuk belok kiri sedangkan identifikas belok kanan.

Proses registrasi selesai, tunggu panggilan nomor antrean Anda, kemudian masuk ke loket identifikasi.

Ada 3 loket identifikasi, panggilan sesuai loket yang disebutkan.

Proses selanjutnya, setelah nomor dipanggil Anda foto terlebih dahulu menghadap kamera. Jika memakai kacamata harus dilepas.

Loket Ruang Identifikasi di Satpas Poles Sukoharjo
Photo by rapalkata.blogspot.com
Proses foto selesai, Anda akan diminta tanda tangan dan cap sidik jari. Cap ini berlaku untuk  sepuluh jari, mulai dari jari kanan jempol sampai kelingking, dilanjutkan jari kiri.

Proses identifikasi sudah selesai, selanjutnya Anda bisa melalukan pembayaran di loket bank yang sudah disediakan. Pembayaran proses ini senilai Rp75.000.

Tarif resmi penerbitan dan perpanjangan SIM.
Photo by rapalkata.blogspot.com

Nah, Anda tinggal mengumpulkan map tadi Untuk pengambilan kartu SIM baru. Proses menunggu ini pun tidak lama, saya sekitar 15 menit menunggu. Nanti, nama Anda akan dipanggil. SIM baru akan diserahkan ke  pemohon.

Kira-kira begitulah pengalaman saya dalam mengajukan perpanjangan SIM C. Saya melakukan sendiri, dengan total biaya Rp245.000  dan total waktu yang dibutuhkan sekitar 3 jam. 

Pemohon menunggu dipanggil untuk mendapatkan SIM baru di Satpas Polres Sukoharjo.
Photo by rapalkata.blogspot.com 

Kalau Anda memang ada waktu, sebaiknya Anda mengajukan permohonan perpanjangan SIM sendiri saja.  Pastinya, Anda membayar biaya resmi dan masuk ke kas negara. 

Sebenarnya, saat masuk ke tempat parkir akan ada beberapa tawaran dari para calo untuk membantu mempercepat proses pembuatan/perpanjangan SIM. 

Mereka menawarkan proses cepat mengurus semuanya. Dikatakan, paling menunggu, setengah jam atau satu jam saja, tanpa repot bolak-balik atau mengerjakan berbagai tes,  namun saya lebih senang melakukan sendiri agar bisa berbagi pengalaman dengan Anda.

Selamat mencoba sendiri proses pengajuan perpanjangan SIM per 5 tahun ini.  Jangan takut! Anda sudah menyimak cara perpanjangan SIM sendiri di Satpas Satlantas Polres Sukoharjo berikut total biaya dan waktu. Mudah dan murah kan? ***

















Kamis, 04 Agustus 2022

PENGALAMANKU MENDAFTAR PELATIHAN DI BLK SUKOHARJO

photo by Amrih Rahayu
DAFTAR DI SINI - Suasana Kios 3in1 di UPTD BLK Sukoharjo, Kamis (4/8/2022) siang. Petugas siap melayani masyarakat.


Apa kabar nih? Bingung ndak ada kegiatan? Belum bekerja? Atau panjenengan ibu rumah tangga yang banyak waktu luangnya? 

Atau, kalian para fresh graduate yang masih bingung mau kerja atau lanjut kuliah? Coba saja ikut pelatihan. Tapi ingat, ikutlah kejuruan sesuai dengan minat kalian.

Ikut pelatihan aja di Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di semua kabupaten di Tanah Air kita tersayang ini. Gratis kok.

Di BLK ini ada bermacam-macam pelatihan berbasis kompetensi. Kalau di Kabupaten Sukoharjo, ada tujuh kejuruan , meliputi pembuatan roti dan kue, garmen-asisten operator customade wanita dan menjahit kebaya. Lalu, kejuruan teknisi handphone, desain grafis muda, perawatan kendaraan ringan injeksi dan teknisi sepeda motor injeksi. 

Namun, nantinya jumlah kejuruan yang dibuka disesuaikan kebutuhan. Seperti pada gelombang 3 tahun 2021 hanya dibuka tiga kejuruan. Kemudian pada gelombang satu tahun 2022, dibuka 6 kejuruan. Nah, pada gelombang 2 tahun 2022 ini dibuka 7 kejuruan. Pelatihan dimulai tanggal 27 Juli 2022.

Pelatihan ini tidak berbasis gender ya, tapi berbasis kompetensi. Jadi, kalau kamu perempuan ingin mengikuti pelatihan teknisi perawatan kendaraan ringan injeksi (mobil) boleh banget. Para pria juga diperbolehkan mengikuti kejuruan pembuatan roti dan kue. 

Syarat pendaftaran seperti dilansir IG dispernaker_skh, antara lain usia minimal 17 tahun. Jadi, walaupun panjenengan sudah lanjut usia (Lansia) boleh saja mengikuti asal memenuhi syarat pendaftaran dan lolos seleksi. Syarat selanjutnya adalah Anda sedang tidak menempuh pendidikan/kuliah, mendaftar melalui link yang sudah tersedia dan melaluiakun Sisnaker melalui web www.kemnaker.go.id. 



Kemudian fotokopi KTP&KK (2 lembar), fotokopi ijazah terakhir (2 lembar), pas foto 3x4 backgroound merah. Selain itu, ada tambahan pula fotokopi sertifikat vaksin, minimal dosis pertama. 

Atau, untuk lebih jelasnya panjenengan bisa langsung ke Kios 3in1 di kantor BLK terdekat. Kalau pengalaman saya di Sukoharjo, Anda akan dilayani dengan baik oleh petugas di UPTD BLK Sukoharjo.w Kalau belum mendaftar secara online, Anda akan didaftarkan langsung oleh petugas. Setelah mendaftar, panjenengan akan diminta untuk bergabung dalam satu grup Whatsapp, pendaftar pelatihan untuk memudahkan penyaluran informasi selanjutnya. 

Nah, karena saya minat dalam baking, saya ikut daftar di kejuruan Pembuatan Roti dan Kue di pelatihan gelombang 2 tahun 2022. Pengalaman saya, Senin (18/7/2022) para petugasnya ramah dan sangat membantu dalam proses pendaftaran. Setelah mendaftar, peserta diberi tahu mengenai waktu tes seleksi yang meliputi tes tertulis dan tes wawancara. 

Saya tahu informasi mengenai pelatihan tersebut dari kakak saya. Beliau tahu dari broadcast temennya. Informasi mengenai pembukaan pelatihan seperti ini bisa dicari di akun IG dispernaker_skh dan blk sukoharjo. Info semacam ini akan menyebar dengan cepat di akun grup-grup publik. Jadi, kalau memang tertarik segera daftar saja. Satu tahun setidaknya ada 3 gelombang.

Apalagi, pendaftaran gratis, dapat seragam, tas serta alat tulis. Selain itu, peserta juga mendapat fasilitas snack dan makan siang. Dulu, peserta pelatihan mendapat uang transportasi, info yang beredar nominalnya per hari sekitar Rp 25.000. Namun sejak pandemi, fasilitas tersebut dihapus, Tahun prihatin konon katanya. Tapi, hal itu bukan halangan. Toh, ilmu dan pengalaman yang kita dapat juga akan bermanfaat ke depannya. 

Sebenarnya yang perlu mendapat perhatian adalah waktu pelatihan. Jika memang betul-betul ingin mengikuti pelatihan, setidaknya kita harus menyediakan waktu selama lima hari dalam seminggu. Senin-Kamis mulai pukul 07.45 - 14.15 WIB dan Jumat pukul 07.45-11.00 WIB. 

Bagi saya, ini cukup berat juga. Jadwal tugas saya sebagai ibu rumah tangga dengan dua putra yakni berusia 3 tahun dan usia 9 tahun kelas 3 SD sedikit berubah. Alhamdulillah ada saudara baik yang membantu. Si kecil saya titipkan ke saudara dan kegiatan penjemputan sekolah untuk si kakak juga saya serahkan ke beliau. 

Ada harga yang harus kita bayar untuk mendapat ilmu yang baik dan bermanfaat bukan? Tak perlu risau, niat baik InsyaAllah akan mendapat jalan yang baik pula. Meski kadang sedikit terjal, serahkan saja kepada Allah SWT. Beliau yang akan punya rencana bagi kita. 

Akhirnya, meminjam lirik lagu Satru yang dipopulerkan oleh Denny Caknan dan Happy Asmara, …Gusti kulo pun manut dalane, mung njenengan sing ngatur critane… 


Selasa, 08 Maret 2022

Jerit Ibu Tergadai Minyak Mahal


Oleh Amrih Rahayu 
IRT tinggal di Sukoharjo
Pengelola Rapalkata.blogspot.com


Kelangkaan minyak goreng saat ini sepertinya sudah di luar akal sehat. Kita sebagai manusia-manusia yang hidup di negeri penghasil minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO ) terbesar di dunia kebingungan mencari “emas cair” ini. Pemberitaan mengenai operasi pasar yang diselenggarakan oleh pemerintah tampaknya tak berdampak di tataran masyarakat.

Sudah sebulan setelah Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) per 1 Februari 2022, namun harga di tengah masyarakat masih tinggi. Seperti diketahui, HET minyak goreng curah Rp 11.500/liter. Kemudian minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 dan kemasan premium Rp 14.000.  Semakin hari, harga kian tidak terkendali.


Harga yang di luar nalar ini membuat masyarakat, utamanya para ibu sebagai
end user di dapur rela berdesak-desakkan ataupun antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan minyak goreng dua liter.  Saya yang juga menjadi bagian barisan ibu-ibu rumah tangga tentu saja sedih melihat kondisi ini.

Pemberitaan mengenai antre minyak goreng di operasi pasar hampir setiap hari ada di media massa. Antre di supermarket menjadi hal yang wajar untuk mendapatkan minyak goreng seliter Rp 14.000. Harga di pasar tradisional ataupun toko-toko masih bertengger tinggi sampai Rp 20.000 per liter.

Saya sendiri cukup beruntung mendapatkan minyak goreng dengan mudah. Sedikit bercerita, pertengahan Februari mendapat info kalau sebuah minimarket di dekat tempat tinggal saya menjual minyak goreng sesuai HET. Hari berikutnya saya pun mendapatkannya dengan syarat pembelanjaan minimal Rp 25.000 baru bisa mendapatkan minyak dua liter. Meski merugikan pembeli, namun syarat tersebut tidak terlalu memberatkan. Saya  beruntung bisa membelinya. Hanya beda menit saja, banyak calon pembeli yang kecele.

Selang dua hari, ketika saya menemani teman yang sedang berbelanja bulanan di sebuah supermarket di tengah Kota Sukoharjo. Pagi-pagi baru buka, swalayan tersebut sudah ramai pembeli yang keluar masuk. Mereka keluar menenteng satu bungkus minyak goreng 2 literan.

Jiwa ibu di  dalam hati ini pun menggelegak. Saya turut mengambil satu kemasan minyak goreng. Tampak karyawan dengan tensi cukup tinggi karena kewalahan melayani pembeli. Baru buka dus minyak goreng, sudah diminta pembeli. Tanpa syarat tertentu, namun pembeli yang hanya membeli minyak goreng tak mendapatkan kantong kresek.

Makin ke sini, informasi antrean panjang pembelian minyak goreng sesuai HET di Sukoharjo selalu ada. Seorang teman membagikan foto antrean panjang pembeli minyak goreng hingga keluar gedung supermarket. Miris sekali.

Kalau tidak mau antre atau berdesak-desakkan membeli minyak goreng sesuai HET, para ibu harus rela merogoh kocek lebih dalam. Harga Rp 20.000 menjadi harga yang wajar di pasaran saat ini, di pasar ataupun di toko.

Photo by Amrih Rahayu

Sementara teman saya bercerita sedikit ironis tentang pengalamannya ketika mendapatkan minyak goreng. Dia bisa membeli dua liter sesuai HET di sebuah toko grosir tak jauh dari Kota Sukoharjo. Namun syaratnya, harus belanja dengan nominal tertentu. Nilainya semakin tidak wajar saja, untuk minyak goreng satu liter harus belanja minimal Rp 100.000. Sedangkan dua liter minyak goreng harus ditebus dengan minimal belanja Rp 200.000.

Sedangkan teman saya yang berjualan HIK, tiap hari hanya dijatah 1 liter setiap belanja di pasar. Tentu, dengan harga pasar. Meski berat, dia tetap berjualan aneka gorengan meski jumlahnya terbatas.

Panic buying ini terjadi karena tidak ada kepastian dari pemangku kebijakan. Meski pemerintah sudah menetapkan HET namun faktanya di lapangan tidak dapat dikendalikan. Kegiatan operasi pasar hanya berhenti di lokasi, belum sampai membuat pasar yang lebih luas terkontrol.

Kondisi panic buying ini juga dimanfaatkan para oknum untuk menjual minyak goreng jauh di atas HET. Dengan dalih sedang langka, penjual seenaknya saja menaikkan harga. Seperti biasanya di negeri ini, kalau ada barang kebutuhan sehari-hari yang langka,  maka akan bermunculan pedagang dadakan.

Beberapa teman saya juga membuka peruntungan menjadi reseller minyak goreng dadakan. Story Whatsapp biasanya sedikit “pamer” baru saja mendapatkan minyak goreng satu dus dari sebuah supermarket. Atau, dapat pasokan dari teman yang juragan minyak goreng dadakan pula. Namun, ketika ditanya siapa teman pemasok itu, dia tidak mau mengaku, rahasia penjual.

Harganya? Sudah tentu jauh lebih tinggi dari HET. Dalam hitungan jam saja, minyak goreng yang dia tawarkan langsung habis.


Sementara, Dinas Perdagangan Koperasi (Disdagkop) dan UKM Sukoharjo mendapatkan informasi jika stok minyak goreng sebenarnya ada. Namun, karena permintaan pasar sedang tinggi dan terjadi panic buying, pedagang pun memilih membanderol dengan harga tinggi. (Solopos, 25 Februarri 2022)

Disdag mengajukan permohonan suplai minyak goreng ke Dinas Perdagangan, Provinsi Jawa Tengah. Tim Disdag pun sudah melakukan sidak ke gudang minyak goreng di Sukoharjo.

 Kondisi panic buying ini tidak boleh terus terjadi. Meski pemerintah dan jajarannya sudah melakukan sidak ke sejumlah gudang minyak goreng, namun kondisi chaos masih terjadi. Polisi juga terus bergerak untuk menangkap para pelaku penimbun minyak goreng dan mencari distributor nakal.

 Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk mengembalikan minyak goreng ke masyarakat secara adil. Pertama, Mendag selayaknya mengevaluasi HET minyak goreng yang berlaku sekarang. Sebab, jika masih memaksakan HET yang sekarang, dan distributor merasa rugi maka yang terjadi adalah kebocoran distribusi. Rantai distribusi yang tidak sehat akan membuat pasar dalam ketidakpastian.

Rakyat  akan memaklumi, dengan menaikkan sedikit HET dan suplai pasar terkendali. Tentu, dengan harga yang masih wajar dan terjangkau. Pun, para oknum produsen, distributor maupun orang yang memainkan harga minyak goreng akan mundur sendiri.

Kedua, bagaimana pemerintah menyiapkan perangkat aturan minyak goreng kemasan subsidi dalam jangka panjang. Di mana, produsen minyak goreng diharuskan membuat kemasan minyak subsidi sekian persen dari produksi minyak premium yang dijual menyesuaikan harga minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) internasional.

Untuk masalah pendistribusiannya sudah jelas, minyak premium di supermarket dan minyak subsidi di pasar tradisional. Masyarakat bisa memilih sesuai dengan kantong. Tentu  dalam pelaksanaannya hal ini tidak mudah, peluang kebocoran masih memungkinkan terjadi.

Ketiga, sebagai end user,  kondisi sekarang ini bisa menjadi momentum bagi para ibu  untuk mengurangi konsumsi minyak goreng. Seperti, menggunakan wajan anti lengket teflon atau anti lengket keramik. Bisa juga memikirkan membeli air fryer, penggorengan tanpa minyak. Meski modal merogoh kocek cukup dalam.

Kalau tidak punya, cukup menggunakan wajan dalam ukuran yang lebih kecil sehingga lebih menghemat penggunaan minyak goreng. Semoga ikhtiar ini bisa menyajikan makanan yang lebih sehat.

Kalau masih tidak bisa, tinggal beli aneka gorengan yang sudah matang. Di Soloraya tercinta ini, masih banyak gorengan yang dijual Rp 2.000 dapat 3 pieces. Harga ayam krispi di pinggir masih ada yang dijual di bawah goceng.

Masih banyak juga yang jual paket nasi ayam goreng plus es teh cuma Rp 10.000, yang lebih parah ada juga teman saya jual paket ayam geprek plus nasi dan lalapan cuma Rp 5.000. Nyamleng tenan. Ndak usah mikir harga minyak. Apalagi capek antre minyak goreng murah. Tinggal lhep saja.#

 

 OPINI INI TELAH TERBIT DI HARIAN SOLOPOS, SENIN 7 MARET 2022 

 

Minggu, 10 Oktober 2021

Main POP IT Bikin Seneng Apa Bikin Anyel?

Aneka pop it

Hai Mak…

Beberapa waktu lalu, anak tetangga saya membeli mainan pop it. Nggak cuma satu tapi dua. Sebuah mainan yang terdiri dari beberapa lubang gelembung berbahan karet silicon. Lubang gelembung jumlahnya macam-macam.  

Ada yang 18 gelembung sampai 24 gelembung.  Bisa jadi lebih banyak atau lebih sedikit dari yang saya sebutkan. Ada yang hanya dua lubang gelembung. Tergantung besar kecilnya mainan tersebut. Satu baris bisa berjumlah dua atau delapan, tergantung bentuknya.

Bahkan sekarang juga sudah banyak dijual pop it berukuran jumbo. Hitung sendirilah Mak, gelembungnya. Suka-suka pabriknya lah. Harganya bermacam-macam, silakan cek sendiri di marketplace.

Warnanya juga bervariasi. Ada yang satu warna, ada juga yang colorfull. Bentuknya bermacam-macam, seperti hewan, binatang, bentuk hati, cupcake, ice cream dan lain sebagainya.

Namanya, Pop It Buble, ada juga yang menyebut Pop it. Cara memainkannya gimana? Ya, cuma dipencet dengan jari. Cuma itu? Ya, cuma dipencet zeyenk. Kalau sudah dipencet semua gelembungnya, tinggal dibalik, pencet lagi. Ada juga cara memainkan lainnya, you semua tinggal lihat saja di Youtube. Intinya, gelembung-gelembung itu dipencet. Titik!

Kalau kelian belum paham, bisa membayangkan seperti buble wrap. Itu lho, plastik yang digunakan packing untuk melindungi barang-barang dari kerusakan akibat goncangan atau benturan.

Lha herannya, kok ya anak-anak lain, termasuk anak saya yang baru dua tahun kok yo pada kepingin. Eh lha dalah, mainan nirmanfaat ini ternyata banyak penggemarnya. Maka, setelah anak tetangga saya itu punya, hampir semua anak-anak di kompleks perumahan juga memilikinya.

Ya nggak heran juga sih, sudah beberapa bulan ini, “POP IT” memang viral di Tiktok dan Youtube.  Yang nggak pernah update Youtube, Tiktok n media sosial lain saja yang nggak paham. Ya, sama seperti saya yang nggak paham, kenapa anak-anak pada kepingin.

Seperti juga, saya sampai sekarang belum tahu siapa pencetus ide yang membuat pop it. Setelah beberapa kali berselancar pun belum menemukan siapa orang itu. Ya, mungkin juga kurang informasinya saya sampai nggak tahu siapa pembuatnya. Kalau ada yang tahu, please, kabari mamak ini ya.


Pop It Atau Buble Wrap

Kan, mainnya cuma dipencet saja. Nggak ada tantangannya malah. Nggak seseru kita mencetin bubble wrap. Setelah banyak yang dipencet, masih penasaran lagi mencari-cari yang masih utuh. Belum lagi suara saat meletus “pletek” itu sensasi sendiri bukan? Hayo ngaku siapa yang masih suka iseng mletekin buble wrap.

Sayangnya, kita nggak bisa mainin buble wrap itu setiap saat. Harus nunggu beli barang dulu. Ya kan? Kita bisa tekor kalau harga barangnya mahal, tapi cuma ngejar buble wrap-nya saja.

Kemarin saya iseng-iseng nanya ke toko bahan kue, di sana harga buble wrap satu meter Rp 10.000. Murah sih harganya, apalagi kalau dipotong kecil-kecil lalu saya berikan ke anak-anak di kompleks perumahan. Semuanya bisa mainin.

Eh, tapi ya tapi… sampahnya donk! Plastik buble wrap pasti banyak berserakan dan akan makin menambah polusi di bumi kita tersayang kalau hanya digunakan untuk mainan.  Sampah-sampah plastik saja sudah bikin kita susah, masak ya tega nambah beban bumi ini dengan plastik buble wrap.

Ya, sudah mainin aja Pop It-mu, Nak. Toh kalau kotor bisa dicuci. Harganya juga terjangkau, dengan tiga kali harga buble wrap bisa dipakai seumur hidup. Kecuali kalau rusak atau hilang.

Oh ya, konon, memainkan Pop It juga mempunyai beberapa manfaat. Di antaranya, bisa meningkatkan perkembangan motorik, dengan menekan-nekan gelembung pop it, mampu melatih perkembangan otot anak. Serta, disebutkan juga bisa mengembalikan fokus anak.



Selain itu, memainkan Pop It juga dianggap mampu meredakan kecemasan dan menghilangkan stres.  Dengan menekan  gelembung- gelembung Pop It, anak-anak bisa meluapkan emosinya. Mereka akan merasa puas dan bisa melupakan masalahnya.

Yah, namanya juga anak-anak. Setelah memiliki mainan itu, mereka sering lupa memainkan. Paling dua atau tiga hari dibawa ke mana-mana. Selebihnya, ya tersimpan di tempat mainan.

Selebihnya juga, saya yang memainkan. Kalau menemukan Pop It, biasanya saya juga kena sindrom anak-anak. Ya mulai memainkan menakan-nekan Pop It sebentar saja. Sembari berharap dengan memainkan bisa mengurangi stres yang saya alami.

Tapi, nyatanya soal stres bayar cicilan rumah, pekerjaan domestik jemur dan setrika  baju, masak apa hari ini ya tetap ada di depan mata. Semua nggak akan selesai dengan hanya menekan Pop It bet!

Eh, masalah bayar cicilan n pekerjaan domestik itu kan masalah masing-masing lah ya. Tapi yang jelas pop it juga bisa jadi sumber penghasilan kalee. Ada yang jadi jutawan gara-gara  jual mainan pop it, bener kan? Ada juga yang bisa nebelin kantong dengan bikin konten pakai pop it.

Wes lah, semua kembali kepada panjenengan semua. Kalau suka ya silakan beli. Meminjam kata-kata andalan Gus Dur, Gitu aja kok repot. # Amrih Rahayu

Jumat, 08 Oktober 2021

7 Hal Positif Si Kecil Naik Balance Bike (selesai)


Photo by Amrih Rahayu
Zai naik balance bike-nya
 Hai Maak…

Apa panjenengan lagi bingung nyariin sepeda buat si kecil. Ada banyak pilihan, mulai dari sepeda roda tiga, sepeda roda empat atau pilih balance bike?

Sepeda roda tiga atau sepeda roda empat pasti sudah tahu semua. Nah, kalau balance bike atau push bike atau kick bike mungkin masih ada yang sedikit bingung. Balance bike  adalah sepeda roda dua yang berfungsi untuk melatih keseimbangan si kecil.  Sepeda sederhana ini tanpa pedal dan rantai. Jadi, si kecil harus menggunakan kekuatan kaki untuk menggerakkan balance bike. Dengan sudah berlatih menggunakan balance bike, kelak diharapkan si kecil bisa naik sepeda roda dua tanpa kesulitan.

Anak saya sudah belajar naik sepeda keseimbangan atau balance bike sebulan terakhir. Pengalamannya sudah saya bagi di tulisan sebelumnya. Udah baca tulisan saya mengenai pengalaman mendampingi si kecil naik balance bike di post sebelumnya? Kalau belum, coba baca dulu ya, ini linknya https://rapalkata.blogspot.com/2021/10/7-hal-penting-yang-harus-diperhatikan.html

Pada bagian pertama kemarin, saya sudah berbagi pengalaman mendampingi si kecil saat bermain balance bike. Wes tho, rempong juga kan harus terus memantau si kecil saat ber-balance bike? Tapi, tugas seru itu bisa dilakukan bergantian mendampingi ayah, ibu atau si kakak.

Photo by Amrih Rahayu
Zai asyik bermain dengan teman-temannya.
Jangan bersedih, dalam kerempongan tersebut ada banyak manfaat yang bisa si kecil peroleh saat naik sepeda keseimbangan.  Bukankah tak ada usaha yang sia-sia kalau kita lakukan dengan sepenuh hati?

Begitu juga si kecil, pasti sudah berusaha sekuat tenaga agar bisa naik balance bike? Berikut ini 7 tujuh hal positif yang bisa diambil dari naik balance bike.

1. Membangun bounding dengan orangtua

Orang tua memang seharusnya mendampingi si kecil saat belajar naik sepeda keseimbangan. Meski berupa rangkaian sederhana, anak melalui proses belajar untuk mengendalikannya. Ada kalanya terjatuh, ataupun kewalahan tidak bisa mengendalikan sepeda.

 Kehadiran orangtua di sampingnya, menjadi semangat tersendiri bagi si kecil. Pun, jika si kecil sudah mahir mengendalikan  balance bike pun, orangtua tetap perlu mengawasinya. Hal itu menjadi penguat  hubungan antara orang tua dan anak.

2. Melatih Kekuatan Kaki

Sepeda keseimbangan tidak dilengkapi pedal dan rantai. Sepeda akan melaju dengan tenaga dorongan kaki si kecil.  Mau tidak mau, si kecil harus menggerakkan kakinya agar sepeda bisa meluncur.

3. Melatih koordinasi

Untuk menggerakkan sepeda keseimbangan memang membutuhkan kekuatan otot kaki. Tapi, tak sekadar itu. Si kecil juga harus mengendalikan stang sepeda agar meluncur ke jalur yang tepat. Tangan dan kaki harus terkoordinasi dengan baik. Begitu juga mengasah cara berpikir si kecil. Agar, sepeda bisa meluncur ke depan, berbelok atau bahkan mengerem.

 4. Anak Jadi Lebih Percaya Diri

Percaya atau tidak, setelah Zai bisa naik push bike, dia lebih percaya diri. Aih, kok bisa? Zai sekarang lebih berani bermain ke rumah tetangga yang lebih jauh. Suka godain ciwik-ciwik saat naik sepedanya. Padahal dulunya dia agak takut-takut gitu. Ya, konsekuensinya, saya harus mengawasinya lebih instens. Dia juga berani naik sepeda ke masjid yang jaraknya kurang lebih 200 meter dari rumah kami.

 

Photo by Amrih Rahayu
Zai mencoba track yang sempit dan bertingkat

5. Anak Lebih Berani Bereksplorasi 

Bisa naik sepeda keseimbangan sepertinya menjadi kebanggaan tersendiri bagi si kecil. Anak menjadi berani untuk mencoba beberapa style bersepeda. Zai mulai meniru teman-teman kakaknya. Seperti mulai  berani mengangkat roda depan saat mengendarainya, jalan bergoyang, mencoba jalur yang sempit, berpasir, berlubang, ke rerumputan sampai mencoba naik ke balok titian. Dia selalu mencoba bereksplorasi saat naik sepeda.

6. Anak Jadi Happy

Si kecil menjadi lebih bahagia bisa naik sepeda. Kalau saya lihat, Zai lebih happy karena bisa “seperti” dengan teman-teman besarnya yang lain. Bersepeda, atau sekadar becanda. Hati yang bahagia membuatnya jadi lebih mudah saat diajak makan. Makan yang teratur, berolahraga dengan push bike-nya, membuat badan jadi lebih kuat dan sehat.

 7. Melatih Anak Naik Sepeda

Nah, ini yang tidak kalah penting. Seperti namanya, balance bike, sepeda ini bertujuan melatih keseimbangan si kecil sebelum masuk fase naik sepeda roda dua sungguhan. Saat naik pre-bike ini si kecil dibiasakan untukmengendalikan sepedanya. Kalau sudah mahir, ajarkan anak untuk mengangkat  kaki saat sepeda meluncur, wusss

 Nah, di atas tadi adalah tujuh hal positif yang bisa si kecil peroleh saat naik balance bike. Sekarang, keputusan ada pada panjenengan, Mak. Mau pilih sepeda mana untuk si kecil. Pilih yang sesuai dengan perkembangan si kecil  atau pilih yang aman-aman saja dulu? Intinya, pilihlah sesuai kantong dan kesiapan Anda dan si kecil bereksplorasi bersama. (selesai/Amrih Rahayu)


Jumat, 01 Oktober 2021

7 Tips Mendampingi Si Kecil Naik Balance Bike / Push Bike (Bagian 1)

Photo by Amrih Rahayu
Zai lagi beraksi dengan balance bike-nya.


Pengalaman Zai Naik Push Bike / Balance Bike  

Hai mak, udah pada tahu kan apa itu  push bike? Itu tuh sepeda tanpa pedal untuk anak Bawah Tiga Tahun (Batita). Sepeda latihan untuk keseimbangan si Batita sebelum naik sepeda roda dua. Selain disebut push bike, sepeda ini juga dikenal dengan sebutan balance bike atau juga kick bike. Sepeda ini diklaim bisa mengoptimalkan keseimbangan anak, sehingga ketika naik sepeda roda dua sudah langsung bisa tanpa memerlukan roda kecil pendamping.

Sepeda ini terdiri dari rangkaian sederhana. Dua roda untuk depan dan belakang, sedel serta besi pengait yang juga berfungsi sebagai stang. Rantainya di mana? Nggak ada, Mak.  

Kok bisa sih jatuh cinta sama nih sepeda? Sebenarnya sih yang pengin emaknya. Kayak lucu gitu lihat anak-anak Batita naik sepeda.

Gayung bersambut, Bude Ii nawarin balance bike untuk dedek Zai. Ya, emaknya langsung oke lah. Kata Bude sih, ini merupakan janjinya pada Zai. Si dedek ini kan proses bicaranya agak terlambat. Dia baru bisa ngomong pada usia 20 bulan.  Nah, dulu bude janjiin kalau dedek Zai bisa ngomong kata “bude” mau dibeliin sepeda.

Mau tahu harganya? Kalau Zai kemarin sekitar Rp 350.000. Untuk lebih jelasnya, bisa cek di marketplace, Mak. harga yang ditawarkan bervariasi, ada yang mulai dari Rp 200.000-an sampai jutaan. 

Kemudian, Juli lalu dipesenin push bike dengan merek Panma via teman bude secara online. Tapi oh tapi, ternyata harus inden hampir dua bulan. Sepeda ini baru sampai ke rumah pertengahan September saat Zai berusia 2,5 tahun.

Paketan satu box ini ini masih berupa  pretelan bagian-bagian sepeda gitu, eih suku cadang dink. Di antaranya dua roda untuk bagian depan dan belakang, sedel, setang, sama kunci-kunci pengait plus sticker. Bentuknya simple banget, awalnya sih nih emak mencoba ngerangkai sendiri, tapi oh tapi ternyata susah juga. Apalagi, di box ini minus lembar panduan untuk merangkai sepeda.

Secara, ni emak gak paham juga tentang otomotif dkk ya sudah lah diambil alih oleh si bapak. Dengan sedikit tenaga super, terireeeet hanya dalam waktu setengah jam saja sudah siap dipakai si Zai. 

Balance bike Zai berwarna oranye pun siap untuk bermanuver. Eh, unyu juga ternyata yang warna oranye, semua sepaket warna oranye, dari mulai karet pegangan stang, besi pengait sampai sedelnya. Kalau stang besi tetap berwarna putih.

Photo by Amrih Rahayu
Zai bersepeda dengan Kak Dza dan Kak Ra
 

Zai senang banget udah punya sepeda. Apalagi Kak Dza sama temen-temannya lagi demen bersepeda. Gabunglah si bocil sama kakak-kakak yang usianya terpaut 4-5 tahun dari Zai.

Awalnya sih seneng Maak, tapi ni bocil bandel juga. Nyoba semua jalur dari yang halus, keras, bergelombang, berpasir sampai merupumput.  Udah mau main keluar dari kompleks perumahan. Beberapa hari solat magrib di masjid bersepeda bareng si kakak-kakak.

Dan, berikut ini 7 tips untuk mendampingi si kecil naik balance bike. 

1. Setel sedel sepeda sesuai tinggi anak. Dedek disuruh duduk di sedel dan usahakan kaki bisa menapak sempurna di tanah. Kalau Zai, sedel disetel yang paling pendek, karena anaknya emang imut. Tingginya aja baru sekitar  85-90 cm.

Kaki harus bisa menopang sempurna karena nantinya dijadikan tolakan saat memacu sepeda. Kalau ketinggian, khawatirnya si anak belum bisa mengendalikan sepedanya. Malah gampang jatuh dan dedek jadi takut naik push bike-nya.

2. Untuk awalan, berikan keyakinan kepada anak bahwa dia bisa naik sepeda. Orangtua juga harus percaya pada anaknya kalau dia mampu.

Kalau Zai sih, begitu box balance bike dibuka langsung antusias. Setelah selesai dirangkai, dia langsung mencoba.

3. Saat naik pertama kali dampingi anak. Zai awalnya muter-muter bentar di depan rumah. Pelan-pelan banget. Tapi lama-lama dia bisa belajar mengendalikan dengan baik.

4. Terus dampingi anak setidaknya sampai dia lancar mengendalikan sepeda. Zai baru bisa melepas kakinya dari tanah setelah dua hari, sekarang dia mah sudah pintar ngebut n ngepot.

Oh ya, sepeda ini kan tanpa dilengkapi rem. Jadi, pastikan juga si kecil bisa mengerem menggunakan kakinya.

5. Kalau sudah lancar naik push bike tetap pantau si bocil. Kalau emak lagi masak atau keperluan lain di dalam rumah, titipkan bocil ke orang dewasa atau anak yang lebih besar.

Zai biasanya bersepeda dengan kakak dan teman-temannya. Tapi, saya selalu berpesan agar kalau bersepeda jangan jauh-jauh selama ada adiknya. Dan, lihat terus si dedek Zai.

6. Sekali lagi, jangan biarkan si kecil naik balance bike sendirian.  Pengalaman kemarin, saya lagi masuk ke dalam rumah, kakaknya asyik main juga di rumah. Gak tahu kalau Zai naik sepedanya. Tahu-tahu dia sudah main ke rumah tetangga yang jaraknya cukup jauh.

Zai ini tipe petualang dia suka mencoba track-track yang menantang, dari geronjalan, lubang, berpasir sampai polisi tidur semua dicobanya. Jadi harus dikawal terus.

7. Kunci pagar rumah kalau emak atau orang dewasa di rumah mau istirahat siang. Bisa-bisa si bocil kabur sepedaan nyari temannya.

Itulah sedikit tips kalau emak-emak ingin beliin si kecil balance bike. Seru sih seru, tapi kita orangtua harus siap mengawal teroosss….

Tapi jangan khawatir, masih banyak kok hal positifnya. Jangan lupa, pantengin lanjutan ceritanya ya…. (bersambung/Amrih Rahayu)

 

 

Selasa, 14 September 2021

Maaf Sedang Merapikan Blog!

photo by Wait-where.Com

Huugfh... 

Mengelola blog ternyata tak semudah dan seindah yang bisa kita bayangkan. Butuh kesadaran  yang sesadar-sadarnya untuk memulai dan menghidupinya. Saat ini, saya sedang berusaha merapikan dan mendokumentasikan sejumlah karya yang pernah saya tulis.

 Jujur, memalukan juga ya udah bikin ini blog tahun 2013. Tapi oh my God, yang publish cuma hitungan jari saja. Sedikit cerita, postingan pertama adalah 3 Januari 2013, sebuah cerpen berjudul Amplop. Cerpen ini pernah terbit di harian Joglosemar, Solo. Ini dia cerpennya https://rapalkata.blogspot.com/2013/01/beranda.html

 Tapi, saya lupa tepatnya kapan. Tak terdokumentasikan dengan baik. Waktu itu, saya masih bekerja di media tersebut, sebelum akhirnya tutup pada tahun 2018.

 Dan, saya mulai tertatih-tatih menghidupkan blog ini lagi tahun lalu, Oktober 2020. Artinya,https://rapalkata.blogspot.com/ ini vakum 7 tahunan. Wes lah, yang lalu biarlah berlalu. Sekarang sedikit demi sedikit karya yang bisa terselamatkan bisa terdokumentasikan dengan baik.

 Saya dulu bekerja di Harian Joglosemar, mulai dari reporter, asisten redaktur hingga mentok jadi redaktur. Selain liputan, koordinasi hingga editing tulisan teman-teman reporter, saya juga suka menulis. Seperti Cerpen, Cernak, Opini hingga rubrik  semacam sentilan terhadap isu-isu terkini dengan gaya santai. Kalau tidak salah namanya Serambi, lalu berganti lagi menjadi Lesehan.

 Walau hanya hitungan jari, sempat juga mempunyai penggemar. Ada yang telepon atau inbox. Mereka langsung tahu saya yang nulis walau sudah pakai nama samaran. Katanya sih tulisan saya detil dan enak dinikmati. Ada juga yang bilang sentilan-sentilan yang saya tulis di Serambi atau Lesehan nyinyir tapi asyik, gayeng pokoke. Katanya sih gitu.

 Selain itu, saya juga suka mengikuti beberapa lomba kepenulisan. Lumayan, sambil menyelam sekalian minum air. Ada yang dapat seperangkat kosmetik, merchandise, uang dari ratusan ribu sampai jutaan.

 Seperti Menulis Feature Ufuk Dalam di Majalah Ummi jadi juara 3, ada juga dari Kementerian Pertanian juara harapan 2 kalau tidak salah.  Ini karyanya https://rapalkata.https://rapalkata.blogspot.com/2013/01/revitalisasi-kepercayaan-diri-petani.html

Beberapa karya tersebut sudah saya amankan. Sayangnya, komputere mbledos. Ya, sudah saya relakan, walau tidak ikhlas. Lha ya to, mau marah sama siapa? Itu juga salah satunya termasuk kesalahan saya. Ah sudahlah…Tak perlu meratap terus-menerus kan, Jum?

 Yang masih bisa terselamatkan, ya saya coba publish di sini. Yang tidak ya, biar jadi Kenangan Terindah saja. Bukan begitu Mas Bams Samson?